Mitos Kampung Inggris Pare Kediri

Kursus, Mitos Kampung Inggris Pare KediriSiapapun kamu dan dimanapun kamu tinggal, pasti istilah Kampung Inggris sudah sangat melekat di telinga dan mungkin, kamu adalah salah satu alumninya. Bagi yang belum tau apa itu Kampung Inggris, BTW kemana aja sih lo? di masa MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) saat ini, sudah barang pasti,

Kampung Inggris semakin menjadi prioritas dan wadah utama bagi mereka yang ingin bisa menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan benar. Eittttssssssss, tapi ada beberapa hal yang harus diluruskan seputar pemahaman dan kenyataan yang ada di Kampung Inggris itu sendiri.

Mungkin, beberapa di antara kita pernah berselancar dan bertanya dengan Mbah Google seputar informasi Kampung Inggris. Dan mayoritas hasil yang di dapat adalah tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, melainkan mitos belaka.

Banyak artikel yang membahas tentang Kampung Inggris, dan banyak pula beberapa di antaranya tidak jujur mengenai keadaan dan suasana nyata Kampung Inggris itu sendiri. Kenapa bisa terjadi? mungkin kamu bertanya seperti itu, jawabannya adalah tidak lain dan tidak bukan,hanya untuk popularitas atau membesar-besarkan sesuatu yang notabane itu adalah fiktif atau mitos belaka. Berikut kami akan menjabarkan beberapa mitos seputar

Kampung Inggris yang perlu kamu ketahui.

1. Website Resmi Kampung Inggris Sejak Kampung Inggris pertama kali berdiri yang dimotori oleh Bapak Kalend pada tahun 1976 dengan lembaganya BEC ( Basic English Course ) hingga saat ini, Kampung Inggris tidak memiliki website resmi. Sekali lagi kita ingatkan bahwa, KAMPUNG INGGRIS TIDAK MEMILIKI WEBSITE RESMI SATUPUN ATAU DALAM BENTUK APAPUN!. 

Tapi hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di lapangan. ketika kita berselayar di Google untuk mencari informasi seputar Kampung Inggris, maka hasil yang didapat adalah banyak website-website yang mengatasnamakan Kampung Inggris.

Nah, pertanyaannya adalah, Jika Kampung Inggris tidak memiliki website resmi, lalu website apa dan siapa?. Kami akan menjawabnya sesuai FAKTA. karena, jika Kampung Inggris memiliki website resmi, itu hanya mitos belaka. Faktanya adalah website-website yang ada di mesin pencarian google ( mengenai kampung inggris ), adalah bukan milik Kampung Inggris itu sendiri, melainkan milik perorangan yang mengatasnamakan Kampung Inggris.

Ada lebih dari puluhan website yang ada disana dan semuanya dikelola oleh perorangan. Ada juga yang dikelola dalam bentuk tim, pihak pengelola website tersebut bisa kita bilang ” Layanan Jasa Kampung Inggris, atau bisa dibilang Calonya Kampung Inggris “.jadi wajar, kalau kita membuka website tersebut, hanya beberapa lembaga yang tercantum di dalamnya, bisa di bilang hanya 3-5% lembaga dari total 200 lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris.

Hal ini mungkin wajar terjadi, mengingat banyaknya peminat pelajar yang ingin belajar di Kampung Inggris, jadi mereka mengambil celah dan kesempatan tersebut untuk meraih keuntungan tersendiri.

Tapi masih banyak lembaga kursus yang anti terhadap biro jasa Kampung Inggris atau Calo tersebut, hal ini dikarenakan, terkadang banyak peserta yang merasa tertipu dan kecewa, dan imbasnya berdampak kepada semua lembaga Bahasa Inggris yang ada.

Untuk website resmi lembaga kursus, umumnya mereka pasti menggunakan domain alamat website sesuai dengan nama lembaga kursus mereka masing-masing. Jadi bijaklah dalam mencari informasi yang ada, sedikit saran, ada baiknya langsung bertanya kepada teman atau sanak saudara yang sudah pernah belajar di Kampung Inggris Pare. jangan percaya dengan Mitos yang beredar jika Kampung Inggris memiliki website resmi.

2 Setiap Orang Menggunakan Bahasa Inggris Sehari-harinya, Baik itu Pedagang ataupun Penduduk setempat.

Ini adalah salah satu mitos yang sering dibicarakan. Nyatanya, tidak semua orang berbicara Bahasa Inggris, baik itu para pedagang ataupun penduduk setempat. Untuk bahasa sehari-hari penduduk lokal, Bahasa Jawa masih sangat kental di gunakan. Adapun yang berbicara menggunakan Bahasa Inggris di manapun itu adalah para pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang sedang belajar Bahasa Inggris, dan ini pun tidak semua pelajar yang aktif untuk berbicara Bahasa Inggris, hanya beberapanya saja.

Walau, meskipun juga ada beberapa pedagang yang masih bisa berbahasa Inggris, seperti contoh, para penjual pentol dan siomay, yang selalu aktif berjualan di depan BEC ( Basic English Course ). Mereka terkadang aktif mengajak customernya menggunakan Bahasa Inggris. Bagi kamu yang ingin belajar Bahasa Inggris di Pare, ada baiknya dan gak ada salahnya juga, kamu bisa merealisasikan seputar MITOS ini, dengan cara, setibanya kamu di Kampung Inggris, berperan aktiflah dalam menjaga kebiasaan-kebiasaan menggunakan Bahasa Inggris dimanapun kamu berada. Jika saja, setiap pelajar, aktif dengan kesadarannya untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam kesehariaan mereka, insyaAllah Mitos ini akan menjadi kenyataan. 

3. Belajar di Kampung Inggris, diJamin Lancar berbicara Bahasa Inggris.

Ini adalah mitos yang sering dijumpai, sejenak, kita flashback ke belakang, di masa SD, SMP, SMA ataupun masa perkuliahan. Kita menghabiskan waktu untuk belajar di tingkat SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, atau yang sudah kuliah umumnya selama 4 tahun.

Pertanyaannya, dengan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar, adakah yang menjamin kalau kita akan PINTAR?. Tentu jawabannya TIDAK. Semua kembali ke individu masing-masing. Karena kenyataanya, masih banyak para pelajar yang lulusan S1 Bahasa Inggris tetapi tidak bisa berbahasa Inggris.

Begitupun sebaliknya, untuk Kampung Inggris itu sendiri. Banyak orang beranggapan setibanya di Kampung Inggris mereka akan langsung bisa berbicara Bahasa Inggris dengan lancar. Dan kenyataannya adalah sangat jauh dari harapan.

Di sini, kami ingin mengingatkan kembali seputar Mitos ini. Sebagai salah satu lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris, kami adalah sebagai perantara untuk anda agar bisa berbicara Bahasa Inggris dan itupun tidak ada jaminan. Sebagai bukti para alumni yang belajar di lembaga kami.

4.Hanya 85% lulusan kami, yang bisa aktif untuk berbicara Bahasa Inggris

dengan lancar, sisanya masih sangat kurang. hal ini dikarenakan, adanya perbedaan tingkat kemauan dan karakter keingin bisaan terhadap sesuatu. Jadi kami kembali mengingatkan, untuk ingin bisa berbicara Bahasa Inggris dengan lancar, itu semua kembali kepada peserta masing-masing. Ingat, lama durasi belajar di Kampung Inggris tidak menjamin anda untuk bisa, sebagai contoh kecil saja, para penduduk lokal yang sejak kecil hingga dewasa tumbuh dan berkembang di

Kampung Inggris, tetap saja tidak bisa berbicara Bahasa Inggris, apalagi kita para pelajar yang ingin belajar, hanya mengandalkan lembaga kursus dan orang lain. Adapun kunci utama untuk bisa adalah diri sendiri, dengan di dorong kemauan yang kuat untuk bisa, ditambah lingkungan yang mendukung untuk aktif berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Dengan ini,tentu anda akan cepat dan mudah menguasai Bahasa Inggris, karena faktor terpenting adalah Kebiasaan dan Lingkungan, kebiasaan anda untuk selalu aktif menggunakan Bahasa Inggris tanpa takut untuk salah dalam proses belajar dan ditambah lingkungan sekitar anda yang komitmen untuk berbahasa Inggris. Belajar Bahasa seperti anak bayi, semakin kita terbiasa sering mendengar dan praktek, semakin cepat kita bisa.

Jadi, bukan berarti setibanya kita di Kampung Inggris kita langsung di sulap jadi bisa, ingat ini hanya mitos, bisa atau tidaknya kamu nanti sesuai dengan proses yang akan kamu jalani

  1. Para Pengajar Yang Handal

Untuk menghasilkan murid yang berkualitas, sudah pasti dibutuhkan pengajar yang berkualitas dan profesional di bidangnya. Nah, apa jadinya jika pengajarnya itu sendiri tidak berkualitas dan profesional?. Kenyataannya saja, walau pengajar sangat berkualitas dan profesional sekalipun, tidak menjamin semua muridnya menjadi berkualitas, tentu ada beberapa kualitas murid di bawah standar. Apalagi yang tidak!. Belakangan, banyak para peserta yang mengeluhkan dan mempertanyakan tentang kualitas dari para pengajarnya.

Memang benar apa adanya, ada beberapa lembaga yang merekrut para pesertanya yang baru belajar Bahasa Inggris selama 1-2 bulan untuk mengajar. ( Ingat, hanya beberapa saja, kenyataannya di Kampung Inggris memiliki lebih dari 200 lembaga kursus, persentasinya kurang dari 5% lembaga kursus yang menggunakan metode seperti itu. ) Pertanyaannya, apa yang bisa mereka berikan setelah belajar selama 1-2 bulan?.

Sudah pasti, karena hanya untuk memikirkan keuntungan sepihak, peserta yang baru bisa, di rekrut untuk mengajar dan tentu ini sangat di sayangkan. Untuk menghasilkan kualitas pengajar, minimal dibutuhkan waktu selama 4 bulan dan paling penting pengalaman. Jika hanya dalam waktu 1-2 bulan dan langsung mengajar, hal ini bisa sangat membahayakan bagi para peserta, ilmu yang didapat sudah pasti tidak maksimal hasilnya.

Dan di karnakan kualitas para pengajar yang asal copot saja, asal ngajar saja, dampaknya adalah seluruh lembaga kursus menjadi kambing hitamnya. Seolah-olah, sepulangnya di Kampung Inggris, peserta merasa kecewa dan mengatakan kualitas di Kampung Inggris jelek dan sebagainya.

Padahal, itu hanya kesalahan dari sebagian kecil lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris, toh masih banyak dan sangat banyak lembaga kursus yang para pengajarnya sangat berkualitas. Mengingat akan pentingnya keberadaan Kampung Inggris, sebagai wadah untuk setiap orang yang ingin belajar Bahasa Inggris.

Sudah pasti, tentu kualitas menjadi harga mati untuk bisa mempertahankan nama Kampung Inggris itu sendiri, agar tidak ada kekecewaan bagi para peserta yang sudah berniat ingin bisa. Maka bijaklah dalam memilih lembaga kursus.

6. Biaya Belajar di Kampung Inggris Murah dan Berkualitas.

Katanya Kampung Inggris itu murah dan berkualitas, tapi kok nyatanya mahal?. hal ini perlu kami garis bawahi. Untuk berbicara masalah kualitas, tentu tidak bisa dipungkiri lagi, pilihan yang tepat dan lembaga yang tepat akan menghasilkan kualitas yang tepat pula. Akan tetapi, kendala semakin mahalnya biaya belajar di Kampung Inggris, seakan-akan menjadi polemik dan masalah serius bagi peserta yang ingin belajar, mengingat, banyak peserta yang ingin belajar di Kampung Inggris tapi terkendala faktor biaya. Kenaikan biaya belajar di Kampung Inggris, tentu bukan tanpa sebab, untuk hal ini, secara lengkapnya kami bahas di postingan kami sebelumnya, Kenapa Biaya Belajar di Kampung Inggris Mahal.

Secara singkat, kami akan mencoba menjelaskan beberapa sebab, kenapa biaya di Kampung Inggris semakin mahal, faktor utamanya adalah di karenakan adanya kenaikan harga sewa gedung milik penduduk setempat yang di sewa oleh lembaga kursus, jadi mau gak mau, untuk menyiasati hal tersebut, kenaikan biaya program menjadi salah satu jalan keluarnya.

Adapun sebab lain, dari faktor kualitas program belajar itu sendiri, yang mana program yang diambil oleh peserta sesuai dengan target apa yang ingin mereka capai. Dan tentu ini dibutuhkan biaya yang lebih ketimbang program lain, sebagai contoh, untuk belajar program khusus seperti TOEFL dan IELTS, biaya programnya tentu lebih mahal ketimbang biaya program Speaking ataupun program lain pada umumnya.

Tapi tetap, hal terpenting adalah, mahalnya biaya program setimpal dengan kualitas yang di dapat. dan adapun bagi peserta yang ingin belajar Bahasa Inggris di kampung Inggris namun terkendala biaya, ada beberapa alternative yang bisa diambil, misalnya mengikuti program beasiswa yang diadakan oleh lembaga kursus di Kampung Inggris itu sendiri tiap tahunnya atau dengan langsung datang ke Kampung Inggris dan berbicara terus terang kepada pemilik lembaga yang bersangkutan akan keinginan untuk belajar tapi terkendala biaya, kami yakin, lembaga kursus pasti akan mempertibangkan hal ini, mengingat kemauan yang besar dari peserta. Ingat jangan pernah malu untuk berkata jujur!.

7. Banyak Bule atau Turis di Kampung Inggris

Ingat, ini hanya mitos. Banyak calon peserta beranggapan bahwa di Kampung Inggris akan banyak dijumpai Bule atau Turis, sudah pasti, tentu keberadaan Bule atau Turis akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar yang ingin belajar Bahasa Inggris, dengan adanya Bule, maka para pelajar akan dengan mudah praktek berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Oleh sebab itu, banyak para pengelola lembaga kursus akan berlomba-lomba untuk mendatangkan Bule atau Turis sebagai salah satu pengajarnya. Maka tak heran jika terkadang kita akan menjumpai Bule di Kampung Inggris.

Tapi yang perlu diingat adalah, tidak semua Bule yang datang ke Kampung Inggris memiliki latar belakang atau pengalaman mengajar. Malahan Kebanyakan dari mereka merupakan Bule atau Turis yang sedang berlibur ke Indonesia atau beberapa yang lain sedang belajar di Indonesia sebagai peserta

8.Student Exchange.

Kesempatan ini banyak dimanfaatkan oleh pengelola lembaga kursus sebagai daya tarik tersendiri untuk para pelajar. Tapi sayangnya, banyak Bule atau Turis yang di datangkan, merupakan Bule atau Turis yang memang bukan di bidangnya, sebagai contoh, terkadang sering sekali dijumpai Bule atau Turis yang berasal dari Jepang, Korea dan daerah sekitar ASIA lainnya. Padahal, kenyataannya adalah mereka juga sama-sama masih belajar Bahasa Inggris, berbeda halnya dengan Bule yang benar-benar berasal dari Eropa itu sendiri.

  1. Kampung Inggris Adalah Nama 1 lembaga.

Ini adalah Mitos dan Pernyataan yang sering terjadi setibanya peserta di Kampung Inggris. beberapa dari mereka mengira seperti itu, tapi kenyataannya, mereka akan kaget karena akan menemukan ratusan lembaga kursus sejauh mata memandang. jadi hal yang perlu di garis bawahi adalah, Kampung Inggris merupakan nama yang diberikan kepada satu desa atau Kampung yang mana di desa atau kampung tersebut banyak dijumpai kursusan Bahasa Inggris. Tapi belakangan ada yang menamainya Kampung Bahasa dengan didukung adanya kelompok atau komunitas yang bernama FKB ( Forum Kampung Bahasa ) yang telah berdiri sejak 2011 silam. penamaan FKB, tak lain tak bukan adalah dengan tujuan untuk menyatukan semua lembaga yang ada di Kampung Inggris itu sendiri, karena beriringnya waktu, tidak hanya lembaga Bahasa Inggris yang berkembang, melainkan banyak lembaga-lembaga bahasa lain semisal Bahasa Arab, Mandarin, Jepang dan lain sebagainya. Ada pula yang menyebut dengan sebutan Kampung Kreatif, hal ini didasarkan pada, adanya lembaga yang berdiri selain lembaga bahasa, semisal kursus mengemudi, kursus menjahit, kursus renang dan lain-lain. Tapi hingga saat ini, masyarakat tetap lebih mengenalnya dengan sebutan Kampung Inggris.

10. Harga Makanan Sangat Murah

Makan adalah satu kebutuhan yang pasti bagi setiap orang. begitu pula para pelajar yang ada di Kampung Inggris yang datang dari berbagai kota di Indonesia. berbicara urusan makan, tentu pada umumnya kita memiliki kesukaan atau selera yang berbeda-beda, karena kita memiliki lidah sebagai pencipta rasa yang berbeda pula.

Tapi jangan khawatir, sekarang di Kampung Inggris sangat banyak di jumpai warung-warung atau gerai makanan dan bahkan cafe, bagi kamu yang suka nongkrong di iringi live music. Untuk berbicara harga tentu berbeda. pada umumnya hal ini di bedakan karena dua faktor, yang pertama adalah tipe warung prasmanan atau yang kedua tipe warung biasa yang disajikan oleh penjaganya. dan tentu untuk tipe warung prasmanan, berbicara masalah harga sangat berbeda dengan harga makanan yang ada di warung pada umumnya, selain karena faktor kita bebas memilih jenis makanan yang kita sukai sesuai selera, di dukung pula faktor desain bangunan yang lebih mewah ketimbang warung biasa

11. Fasilitas Belajar Yang Modern Sesuai Dengan Lembaga Kursus di Perkotaan.

Untuk berbicara fasilitas, mungkin beberapa pelajar yang berasal dari perkotaan akan terkaget-kaget, melihat apa yang mereka jumpai di Kampung Inggris. sesuai namanya, semua lembaga kursus di sini terletak di sebuah kampung yang di sulap menjadi tempat belajar. Untuk fasilitas belajar yang mewah, jangan harap anda akan menemukannya di sini.

Umumnya, proses belajar adalah dalam bentuk lesehan di dalam ruangan tanpa kursi, adapula di bawah gubuk atau pohon. intinya adalah, proses belajar di Kampung Inggris masih terbilang tradisional, tapi jangan salah, kesederhanaan seperti itu pulalah yang membuat banyak peserta merasa nyaman. dan tentu hal itu dikarenakan kondisi sekitar masih terbilang alami, dengan di kelilingi pohon-pohon nan hijau serta hamparan sawah yang indah.

12. Kampung Inggris adalah Sebuah Kampung Yang Jauh Dari Keramaian.

Banyak orang beranggapan bahwa Kampung Inggris terletak jauh di pelosok yang mana sangat jauh dari keramaian, pusat perbelanjaan atau bahkan jaringan seluler tidak ada. OMG, ini hanya mitos seputar Kampung Inggris itu sendiri, jangan salah, kenyataannya kawasan Kampung Inggris itu sendiri saat ini sudah sangat-sangat berkembang, kita akan banyak menjumpai beraneka ragam gerai makanan, pusat perbelanjaan dan pertokoan, serta fasilitas umum ATM yang sudah sangat mudah di akses di sekitar wilayah Kampung Inggris itu sendiri. didukung pula adanya taman yang di khususkan untuk publik yang mana banyak peserta yang belajar di kampung Inggris menghabiskan waktu sore mereka dengan nongkrong di sana atau bahkan tak sedikit yang belajar. Jadi ingat, walaupun Kampung Inggris bernama Kampung, tapi Kampung Inggris bukan Kampungan.

Baca Juga :

7 Program Unggulan yang Paling Diminati Pelajar Kampung Inggris

demikianlah Mitos seputar Kampung Inggris yang perlu kamu ketahui, semoga bermanfaat dan bisa membantu untuk kamu yang ingin belajar di Kampung Inggris.

ASR Search Engine

4 thoughts on “Mitos Kampung Inggris Pare Kediri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.